Rabu, 20 Agustus 2014

Mantan Adalah Jodoh Yang Tertukar



Mantan adalah kisah masa lalu dalam kehidupan cinta Anda. Kadang kita masih berharap karena merasa masih ada rasa yang tertinggal. Tapi, apakah rasa yang tertinggal itu hanya ada di hati Anda?

Agar tak terlalu diselimuti keraguan, ada baiknya Anda melihat lebih dalam apakah Anda memang masih ada harapan untuk balikan atau memang semuanya sudah berakhir? Cek tanda-tandanya berikut ini.

1. Dia Sudah Punya Kekasih
Saat setidaknya dia sudah punya orang lain bersamanya, maka ini bukan waktunya lagi untuk memikirkan mantan kekasih Anda. Dia sudah move on dan membina hubungan baru dengan yang lain. Stay away and make yours.

2. Ia Mengembalikan Semua Yang Tertinggal
Apakah ada janji-janji dan barang yang pernah Anda share bersama? Kalau dia memutuskan untuk mengembalikan semua itu, maka ia memang tidak akan lagi menoleh pada hubungan ini. What are you waiting for? Let's move on.

3. Menghentikan Komunikasi
Saat Anda dan dia sudah tak lagi saling berkomunikasi, atau bahkan ia tak pernah menghubungi atau mengangkat panggilan dari Anda, maka ia benar-benar telah mengakhiri dan tak berniat untuk kembali pada Anda. Jangan buang waktu untuk mengharapkannya. Sembuhkan luka patah hati Anda.

4. Dia Menghindar
Saat ia menghindar dari Anda, maka ia bukan mantan yang punya perasaan tertinggal di hatinya. Tak perlu terlalu positif thinking bahwa dia akan kembali. Jalani hari Anda tanpa mengharap untuk kembali padanya.

5. Dia Mengatakannya
Kalau dia mengatakan bahwa semua sudah berakhir, maka artinya pun demikian. Kalau dia memang menujukkan sinyal ingin kembali, maka saat Anda berusaha meraba-raba kemungkinan itu, dia tak akan mengacuhkan Anda. Seringkali kenyataan itu tak terjadi. When he said he's done, then it's done

Apapun yang terjadi mantan adalah orang yang pernah menjalin kasih dengan Anda. Kalau memang sudah waktunya move on, maka Anda akan menemukannya. Sosok yang akan melindungi dan memberikan Anda cinta sejati dan tak akan pernah mengecewakan Anda. But maybe it's not your ex.


Jangan mencari-cari jalan pulang, jika memang dia bukanlah rumah terbaik untuk hatimu.

Senin, 11 Agustus 2014

Kehidupan seorang manusia memang seperti roda berputar, ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah.
Tetapi ketika di atas kita gak boleh sombong, kita ingat masih banyak orang yang hidupnya kurang beruntung.


Delapan bulan yang lalu, sebelum masalah ini datang semua masih baik-baik saja.
Berjalan seperti biasanya, harmonis, hangat, penuh kasih sayang, serba berkecukupan.
Yang serba hidup seperti itu tiba-tiba akan shock ketika kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.Kala itu usiaku baru menginjak 19 tahun.
Yang hu harapkan di usia belasan tahun terakhirku semua keluarga semakin harmonis, semua usaha semakin lancar-lancar saja dan berkembang jauh lebih baik.
Tapi ternyata, malah sebaliknya keluarga menjadi terpecah-pecah, semua usaha pailed karena kelicikan satu keluarga, hutangpun di bank mana-mana.
Yang memperburuk suasana, om tanteku pergi entah kemana, meninggalkan anak-anaknya, dan gak bertanggung jawab atas kesalahan yang di perbuat.

Aku bisa berbuat apa? Remaja yang baru menginjak 19 tahun, harus ikut jadi korban yang gak tau apa-apa.
Aku tergolong remaja yang masih labil kala itu, yang belum bisa menerima kenyataan itu.
Kenyataan pahit yang sangat menyakitkan,dan aku bisanya cuma nangis, nangis, dan nangis.
Aku berfikiran kehilangan harta masih bisa di cari, nah kalau kehilangan saudara? kemanakah kita cari?
dua keponakanku yang ngangenin juga jadi korban karena ulah kedua orang tuanya.


Dari masalah ini semua, aku dan keluarga belajar sabar, kuat, terutama aku belajar bersikap dewasa.
Gak jadi putri yang manja, sebisa mungkin gak menggantungkan hidup pada Ibuku, belajar mandiri. Malah harus bisa nyenengin adikku, dan Ibuku serta keponakan-keponakanku.
Aku yakin di balik kejadian ini ada hikmah dan  hadiah yang diberikan Allah ke keluargaku.
Allah sudah berjanji setelah hujan deras pasti ada pelangi yang indah sekali.
Aku dan keluargaku masih sabar menunggu kapan datangnya pelangi itu

Mungkin sekarang Allah juga sedang menghukum kelakuan om dan tanteku.
Tapi Aku selalu berdo'a yang terbaik buat keluarga om dan tanteku.
Semoga Allah juga memaafkan semua kesalahan keluarganya.

Aamiin yaa Allah



Bali, 12-08-2014
Aku keponakan yang merindukan om tantenya segera pulang dan bisa berkumpul dengan keluarganya seperti dulu.
:)
Miss them so much :*

Kamis, 07 Agustus 2014

LONG TIME AGO ^^

Cerita yang terjalin selama tujuh tahun yang gak tau kapan endingnya, happy ending or sad ending.
Dua orang yang gak pernah bisa saling meninggalkan dan melepaskan.
Raga bisa bersama orang lain, tetapi rasa sayang dan cinta sejak tujuh tahun masih tetap tinggal di relung hati yang terdalam.
Dia bilang, "meskipun aku punya cewek, tetapi di hati masih ada namamu. Bagaikan cat yang sudah lama,
meskipun terkena hujan, terik panas matahari, cat itu masih melekat. Bahkan meskipun di cat lagi gak bisa menghilangkan warna cat aslinya"
Satu yang ku herankan, meskipun kami sama-sama memiliki pasangan, tapi kemana-mana kita masih sering bareng. Dari dulu sampai sekarang belum ada yang berubah.
Siapa yang menyesal?
Aku? Dia? atau Kita berdua?
Ketika dia berjuang habis-habisan, lalu aku mengabaikannya, aku lebih memilih bersama seseorang yang yang ku kenal sejak SMP, aku gak bisa melihat ketulusannya, melihat pengorbanannya,dulu !!!!
ketika kini ku sadar, perhatiannya gak banyak dari omongan, tapi tindakan langsung, aku menaruh rasa sayang itu.
Aku jealous ketika dia bersama perempuannya :(
Kini dia bersama orang lain yang gak mungkin ditinggalkan, tetapi dia juga tidak meninggalkanku.
Aku juga gak mungkin meninggalkan seseorang yang selalu menemani hari-hariku.
Dalam sukaku, dukaku, yang support aku ketika dia tak bersamaku?
Salah apa sampai kalau akhirnya aku berfikiran untuk meninggalkannya?
Hari terus berganti, waktu terus berjalan kemanakah takdir membawa kita?
Aku berdo'a semoga Allah memberikan yang terbaik buat aku, dia, dan kita. Aamiin yaa Allah


Aku menulis ini ketika di siang hari jam kerjaku, tiba-tiba aku merindukan seseorang yang yang rela kedinginan di puncak gunung B 29 gara-gara jaketnya suruh makek aku :)

Selasa, 15 Juli 2014

Ibu, MAAF :(

Selasa, pagi ini mungkin cuaca sedikit mendung, udara di luar sana juga masih dingin sekali.
Tetapi aku menyambut matahari terbit dengan ceria dan semangat. Kala itu aku berfikir dalam 2 hari kedepan aku bakal menerima kenyataan yang mungkin bisa mengubah nasib gadis desa yang merantau ke kota bisa menggapai cita-citanya. Seperti biasanya pukul 07:05 WITA aku bergegas mandi, karena sebenatr lagi aku mau memulai aktivitasku yaitu bekerja ^^. Aku berangkat diantar pak lek.ku yah orang yang tak asing lagi bagiku dan kawa-kawan sekantorku, karena beliau biasa antar jemput aku.

Beberapa menit kemudian aku udah sampek kantor, aku duduk di mejaku. Aku hidupkan komputerku. Karena aku lihat kerjaan di mejaku tidak begitu banyak aku sempatkan buat online sebentar, merefresh otakku gitu. Hehehe :) Terlintas di fikiranku tentang tanggal 17 Juli mendatang . Aku mulai browsing  dan aku ketik alamat webnya. Sumpah, terkejut sangat. :O ada link yang seharusnya baru bisa dibuka tanggal 17 nanti tapi ternyata udah ada dan bisa di buka. Ternyata pengumuman itu muncul sejak tanggal 10 Juli 2014. Yah, telat 5 hari gitu sih. berbagai rasa kumpul jadi satu, takut, khawatir, cemas, senang, duh campur-campur deh.
Dengan bibir banyak mengucap do'a kuberanikan diri mengklik link rayonku.
Dan.................totet.
Muncul deh nama-namanya . Aku baca mulai atas ke bawah, dari bawah ke atas.
Yah, sadar mau di baca berkali-kalipun namaku tak muncul di pengumuman itu.
Aku nangis sejadi-jadinya. Yang mungkin sebagian orang beranggapan aku cengeng . Yah mungkin sih.
Tapi mereka gak tau rasanya sakit karena kecewa untuk yang kedua kalinya. Aku menangis fikiranku melayang ke wajah Ibuku di kampung sana. Yang menunggu kabar baik dari putri sulungnya, berharap putri sulungnya bisa LOLOS. Tapi untuk yang kedua kalinya aku bakal membuat Ibuku menangis. Sungguh tak tega mengabarinya.
Aku mencoba tegar dengan kenyataan ini, tapi sungguh aku tak bisa membohongi hatiku, bahwa aku sangat rapuh dalam hal ini.
Aku berfikiran positif yakin bahwa Allah punya rencana yang jauh lebih baik untukku dan untuk keluargaku.
Seseorang menguatkanku, dengan mengatakan mulailah belajar mensyukuri apa yang kita punya saat ini.
Karena Allah, akan meningkatkan derajat orang yang selalu bersabar dan mensyukuri nikmaNya.
Mungkin baik menurut kita, belom tentu baik menurut Allah.
Yah, kata-kata yang cukup bisa membuatku tegar.
Tapi Ibuku.........?
Beliau akan mengerti bahwa putrinya sudah berusaha semaksimal mungkin, berdo'a, dan berikhtiar.
Sampai saat inipun aku belom berani mengabarinya.
Ibu, anakmu minta maaf untuk yang kedua kalinya karena membuatmu kecewa.
Tetap lantunkan do'a-do'a terindahmu untukku yang di perantauan semoga bisa sukses dunia akhirat.
Ibu, maaf.
Masa belasan tahunku akan segera berakhir dan berganti menjadi angka puluhan pertama.
Terima kasih untuk semua jasa-jasamu selama ini.
Love you so much :*


Rabu, 09 Juli 2014

"DARIA BUNGA KHAIRUNNISA"



Memang ya bulan Ramadhan itu bulan penuh berkah, penuh ampunan dan bulan yang sangat mulia.
Ada hadits yang bilang bulan Ramadhan ada bulan yang lebih baik dari 1000 bulan.
Alhamdulillah bulan ini membawa berkah buat kakak.ku. Aku biasa memanggilnya "Kak, Andini"
Tanggal 8 Juli 2014 dan bertepatan tanggal 10 Ramadhan kakakku resmi menjadi muallaf.
Yang sebelumnya memeluk agama Kristen.
Betapa hati rasanya bahagia sekali.
Tepat setelah ba'dha sholat maghrib di saksikan oleh banyak jama'ah sholat maghrib dan imam masjid Agung Sudirman kakakku mengucapkan 2 kalimat syahadat dengan lantang dan lancar tanpa harus mengulang.
Sungguh terharunya suasana seperti ini. Suasana yang mampu menggetarkan hati setiap yang mendengarnya.
Banyak jama'ah perempuan yang menangis waktu kakakku mengucapkan kalimat itu.
Kak Andiniku pun ikut menangis.
Yah, mungkin emang dia mebacanya memang benar-benar dari hati yang tulus.
Dia jadi muallaf bukan karena paksaan tapi murni dari hati sanubarinya.
SubhanaAllah, betapa Allah memberi hidayah kepada setiap yang dia pilih.
Andini Presy Olivia mendapat nama yang cantik setelah masuk islam "Daria Bunga Khairunnisa" nama yang diberikan oleh ustadz yang membimbingnya membaca syahadat.
Sedikit mirip yah, sama namaku.
hehehe :D
(Kakak Andiku yang paje jilbab hitam)
Semoga menjadi muslimah yang sholihah, yang istiqomah dan menjadi lebih baik
Aamiin yaa Allah:)

Denpasar, 8 Juli 2014

Minggu, 06 April 2014

SAHABAT :)

Sahabat ...
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepada mu sahabat ..

Semua kenangan - kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala

Sahabat ...
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.

Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama ..

Ya Tuhan ...
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya

~Aku rindu masa putih abu-abuku bersama para sahabat yang gila abis~

H U J A N ^^

Setiap orang pasti mempunyai kenangan tersendiri dengan yang namanya HUJAN, yah baik itu menyenangkan or menyedihkan.
Bicara hujan, aku adalah salah satu orang yang amat sangat senang kala hujan turun. Bagiku hujan mempunyai cerita yang masih melekat di otakku.
"Kala itu tepat hari Selasa tanggal 11 Desember tahun 2012 tepat sehari setelah ulang tahunku yang ke-18. Hari itu seorang pemuda berjanji menemuiku di sekolah setelah pulang sekolah, karena pada dia ingin sekedar makan bersama guna tasyakuran atas bertambahnya umurku. Aku fikir awalnya dia ngomong begitu hanya bercanda. Tapi aku tau kapan waktunya dia ngomong bercanda dan kapan waktunya dia ngomong serius. Senin malam aku gak sabar ingin segera datang sang fajar,kala fajar datang berarti hari sudah berganti. Pagipun datang, seperti hari biasanya aku mulai menjalani aktivitasku yaitu pergi ke sekolah. Hari ini aku pulang lebih awal dari jam biasanya karena aku baru selese menjalani ujian semester yang berakhir hari Senin kemarin, begitu pula dengan Dia sekolahnya juga pulang lebih awal karena di sekolahnya masih menjalani ujian semester. Dia mengerjakan soal lebih cepat dari alokasi waktu yang diberikan otomatis dia keluar lebih awal, dan aku masih di sekolah tanpa mengerjakan apapun (murid pengangguran). HP.ku bergetar dan dilayar kulihat naman dia yang muncul, langsung aku buka dengan buru-buru. Ku baca pesan singkat darinya yang isinya hanya "aku mau berangkat kesana, tunggu ya? :)" tak lupa dia selalu sertakan emot titik dua dan tanda kurung buka di akhir pesannya. Tak lama kemudian bel sekolahkupun berbunyi. Akhirnya pulang juga (bilangku dalam hati). Jarak sekolahku dengannya dibilang cukup jauh, karena dia bersekolah di desaku, sedangkan aku sekolah di kota (beda kabupaten). Kalau naik motor bisa ditempuh hanya sekitar 15-20 menit kalo dia yang naik motor. Kubuat mengobrol sebentar denagn temanku dia sms udah ada di depan sekolahku. Bergegas aku menghampirinya. Karena kami sama-sama belom sholat maka ku ajak dia ke masjid dekat alun-alun. Setelah selesai sholat kami langsung mencari makan siang. Setelah menemukan tempat yang nyaman buat makan akhirnya kami makan di situ. Ketika selesai makan dia langsung menuju meja kasir untuk membayar makanan kami. Hal itu membuat aku sedikit sebel karena awalnya yang mau mentraktir makan itu aku, tapi kenapa dia yang malah mentraktir aku makan. Bagi dia memang tak masalah. Tapi aku yang ngerasa gak enak. Hihi :) Karena menjelang sore kami bergegas pulang, aku tau dia harus sampek rumah sebelum maghrib. Ditengah perjalan aku masih ngedumel karena kejadian yang tadi. Sampai hujan turun dengan lebatnya mengguyur kami berdua. Beberapa kali dia menawariku untuk mengenakan jas hujan atau berteduh. Tetapi aku tetep bandel menolak penawaran itu semua. Hujanpun semakin lebat, dia terpaksa berteduh di emperan sebuah toko tanpa menawariku terlebih dahulu. Ketika aku tanya kenapa berhenti dengan singkat dia menjawab "aku gak pengen kamu sakit" seketika aku terdiam dengan jawabannya sambil memperhatikan dia yang basah kuyup. Tiba-tiba dia mengeluarkan jaket dari dalam tasnya menyuruhku memakainya supaya aku gak kedinginan. Kulihat jam tanganku ternyata jarum panjang menuju pukul 4 sore. Aku langsung mengajaknya pulang, karena aku ingin sesuatu masalah menimpanya ketika sampai di rumah. Akhirnya dia menyetujui dan di tengah hujan lebat kami berdua tetap melanjutkan perjalanan pulang. Di perjalan kami berhenti di sebuah indomaret, ternyata dia ingat dengan janjinya mau membelikanku ice cream. Hujan masih mengguyur kami berdua sampai kami tiba di depan rumahku. Karena masih hujan ku suruh dia masuk ke dalam rumah. Dia menolak karena dia gak mau masuk rumah dalam kondisi basah. tetapi tetap kupaksakan. Dia pun masuk dan kuberikan sebuah handuk untuk mengeringkan badannya sejenak agar dia tak kedinginan juga. Ku tawari sebuah teh hangat, tetapi dia menolak, dia menyuruhku duduk di ruang tamuku dan memilih meminum ice cream yang di belinya tadi di indomaret sebelum ice cream itu meleleh. Kami hanyut dalam percakapan dan memandangi hujan yang sangat lebat. Aku ingat pesannya dalam percakapan kami, dia bilang "berdo'alah kala hujan turun, karena itu merupakan salah satu waktu yang di istijabah sama Allah" (yah, rutinitas yang masih kulakukan sampai saat ini kala hujan turun). Tiba-tiba dia pamit untuk pulang, kulihat hujan di luar mulai mereda. Ku ikhlaskan dia pulang sambil bilang salam dan ku balas salamnya dengan bilang hati-hati di jalan."

~Aku menulis ini tadi sore kala hujan turun, dan tiba-tiba aku ingat dirimu~