Senin, 11 Agustus 2014

Kehidupan seorang manusia memang seperti roda berputar, ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah.
Tetapi ketika di atas kita gak boleh sombong, kita ingat masih banyak orang yang hidupnya kurang beruntung.


Delapan bulan yang lalu, sebelum masalah ini datang semua masih baik-baik saja.
Berjalan seperti biasanya, harmonis, hangat, penuh kasih sayang, serba berkecukupan.
Yang serba hidup seperti itu tiba-tiba akan shock ketika kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya.Kala itu usiaku baru menginjak 19 tahun.
Yang hu harapkan di usia belasan tahun terakhirku semua keluarga semakin harmonis, semua usaha semakin lancar-lancar saja dan berkembang jauh lebih baik.
Tapi ternyata, malah sebaliknya keluarga menjadi terpecah-pecah, semua usaha pailed karena kelicikan satu keluarga, hutangpun di bank mana-mana.
Yang memperburuk suasana, om tanteku pergi entah kemana, meninggalkan anak-anaknya, dan gak bertanggung jawab atas kesalahan yang di perbuat.

Aku bisa berbuat apa? Remaja yang baru menginjak 19 tahun, harus ikut jadi korban yang gak tau apa-apa.
Aku tergolong remaja yang masih labil kala itu, yang belum bisa menerima kenyataan itu.
Kenyataan pahit yang sangat menyakitkan,dan aku bisanya cuma nangis, nangis, dan nangis.
Aku berfikiran kehilangan harta masih bisa di cari, nah kalau kehilangan saudara? kemanakah kita cari?
dua keponakanku yang ngangenin juga jadi korban karena ulah kedua orang tuanya.


Dari masalah ini semua, aku dan keluarga belajar sabar, kuat, terutama aku belajar bersikap dewasa.
Gak jadi putri yang manja, sebisa mungkin gak menggantungkan hidup pada Ibuku, belajar mandiri. Malah harus bisa nyenengin adikku, dan Ibuku serta keponakan-keponakanku.
Aku yakin di balik kejadian ini ada hikmah dan  hadiah yang diberikan Allah ke keluargaku.
Allah sudah berjanji setelah hujan deras pasti ada pelangi yang indah sekali.
Aku dan keluargaku masih sabar menunggu kapan datangnya pelangi itu

Mungkin sekarang Allah juga sedang menghukum kelakuan om dan tanteku.
Tapi Aku selalu berdo'a yang terbaik buat keluarga om dan tanteku.
Semoga Allah juga memaafkan semua kesalahan keluarganya.

Aamiin yaa Allah



Bali, 12-08-2014
Aku keponakan yang merindukan om tantenya segera pulang dan bisa berkumpul dengan keluarganya seperti dulu.
:)
Miss them so much :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar