Selasa, 15 Juli 2014

Ibu, MAAF :(

Selasa, pagi ini mungkin cuaca sedikit mendung, udara di luar sana juga masih dingin sekali.
Tetapi aku menyambut matahari terbit dengan ceria dan semangat. Kala itu aku berfikir dalam 2 hari kedepan aku bakal menerima kenyataan yang mungkin bisa mengubah nasib gadis desa yang merantau ke kota bisa menggapai cita-citanya. Seperti biasanya pukul 07:05 WITA aku bergegas mandi, karena sebenatr lagi aku mau memulai aktivitasku yaitu bekerja ^^. Aku berangkat diantar pak lek.ku yah orang yang tak asing lagi bagiku dan kawa-kawan sekantorku, karena beliau biasa antar jemput aku.

Beberapa menit kemudian aku udah sampek kantor, aku duduk di mejaku. Aku hidupkan komputerku. Karena aku lihat kerjaan di mejaku tidak begitu banyak aku sempatkan buat online sebentar, merefresh otakku gitu. Hehehe :) Terlintas di fikiranku tentang tanggal 17 Juli mendatang . Aku mulai browsing  dan aku ketik alamat webnya. Sumpah, terkejut sangat. :O ada link yang seharusnya baru bisa dibuka tanggal 17 nanti tapi ternyata udah ada dan bisa di buka. Ternyata pengumuman itu muncul sejak tanggal 10 Juli 2014. Yah, telat 5 hari gitu sih. berbagai rasa kumpul jadi satu, takut, khawatir, cemas, senang, duh campur-campur deh.
Dengan bibir banyak mengucap do'a kuberanikan diri mengklik link rayonku.
Dan.................totet.
Muncul deh nama-namanya . Aku baca mulai atas ke bawah, dari bawah ke atas.
Yah, sadar mau di baca berkali-kalipun namaku tak muncul di pengumuman itu.
Aku nangis sejadi-jadinya. Yang mungkin sebagian orang beranggapan aku cengeng . Yah mungkin sih.
Tapi mereka gak tau rasanya sakit karena kecewa untuk yang kedua kalinya. Aku menangis fikiranku melayang ke wajah Ibuku di kampung sana. Yang menunggu kabar baik dari putri sulungnya, berharap putri sulungnya bisa LOLOS. Tapi untuk yang kedua kalinya aku bakal membuat Ibuku menangis. Sungguh tak tega mengabarinya.
Aku mencoba tegar dengan kenyataan ini, tapi sungguh aku tak bisa membohongi hatiku, bahwa aku sangat rapuh dalam hal ini.
Aku berfikiran positif yakin bahwa Allah punya rencana yang jauh lebih baik untukku dan untuk keluargaku.
Seseorang menguatkanku, dengan mengatakan mulailah belajar mensyukuri apa yang kita punya saat ini.
Karena Allah, akan meningkatkan derajat orang yang selalu bersabar dan mensyukuri nikmaNya.
Mungkin baik menurut kita, belom tentu baik menurut Allah.
Yah, kata-kata yang cukup bisa membuatku tegar.
Tapi Ibuku.........?
Beliau akan mengerti bahwa putrinya sudah berusaha semaksimal mungkin, berdo'a, dan berikhtiar.
Sampai saat inipun aku belom berani mengabarinya.
Ibu, anakmu minta maaf untuk yang kedua kalinya karena membuatmu kecewa.
Tetap lantunkan do'a-do'a terindahmu untukku yang di perantauan semoga bisa sukses dunia akhirat.
Ibu, maaf.
Masa belasan tahunku akan segera berakhir dan berganti menjadi angka puluhan pertama.
Terima kasih untuk semua jasa-jasamu selama ini.
Love you so much :*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar