Sahabat ...
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewat kan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisah seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepada mu sahabat ..
Semua kenangan - kenangan itu tak terasa ,pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala
Sahabat ...
semua yang pernah kita jalani hari demi hari , waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.
Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal ,dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa , apa yang telah kita lalui bersama ..
Ya Tuhan ...
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaiku selamanya
~Aku rindu masa putih abu-abuku bersama para sahabat yang gila abis~
Minggu, 06 April 2014
H U J A N ^^
Setiap orang pasti mempunyai kenangan tersendiri dengan yang namanya HUJAN, yah baik itu menyenangkan or menyedihkan.
Bicara hujan, aku adalah salah satu orang yang amat sangat senang kala hujan turun. Bagiku hujan mempunyai cerita yang masih melekat di otakku.
"Kala itu tepat hari Selasa tanggal 11 Desember tahun 2012 tepat sehari setelah ulang tahunku yang ke-18. Hari itu seorang pemuda berjanji menemuiku di sekolah setelah pulang sekolah, karena pada dia ingin sekedar makan bersama guna tasyakuran atas bertambahnya umurku. Aku fikir awalnya dia ngomong begitu hanya bercanda. Tapi aku tau kapan waktunya dia ngomong bercanda dan kapan waktunya dia ngomong serius. Senin malam aku gak sabar ingin segera datang sang fajar,kala fajar datang berarti hari sudah berganti. Pagipun datang, seperti hari biasanya aku mulai menjalani aktivitasku yaitu pergi ke sekolah. Hari ini aku pulang lebih awal dari jam biasanya karena aku baru selese menjalani ujian semester yang berakhir hari Senin kemarin, begitu pula dengan Dia sekolahnya juga pulang lebih awal karena di sekolahnya masih menjalani ujian semester. Dia mengerjakan soal lebih cepat dari alokasi waktu yang diberikan otomatis dia keluar lebih awal, dan aku masih di sekolah tanpa mengerjakan apapun (murid pengangguran). HP.ku bergetar dan dilayar kulihat naman dia yang muncul, langsung aku buka dengan buru-buru. Ku baca pesan singkat darinya yang isinya hanya "aku mau berangkat kesana, tunggu ya? :)" tak lupa dia selalu sertakan emot titik dua dan tanda kurung buka di akhir pesannya. Tak lama kemudian bel sekolahkupun berbunyi. Akhirnya pulang juga (bilangku dalam hati). Jarak sekolahku dengannya dibilang cukup jauh, karena dia bersekolah di desaku, sedangkan aku sekolah di kota (beda kabupaten). Kalau naik motor bisa ditempuh hanya sekitar 15-20 menit kalo dia yang naik motor. Kubuat mengobrol sebentar denagn temanku dia sms udah ada di depan sekolahku. Bergegas aku menghampirinya. Karena kami sama-sama belom sholat maka ku ajak dia ke masjid dekat alun-alun. Setelah selesai sholat kami langsung mencari makan siang. Setelah menemukan tempat yang nyaman buat makan akhirnya kami makan di situ. Ketika selesai makan dia langsung menuju meja kasir untuk membayar makanan kami. Hal itu membuat aku sedikit sebel karena awalnya yang mau mentraktir makan itu aku, tapi kenapa dia yang malah mentraktir aku makan. Bagi dia memang tak masalah. Tapi aku yang ngerasa gak enak. Hihi :) Karena menjelang sore kami bergegas pulang, aku tau dia harus sampek rumah sebelum maghrib. Ditengah perjalan aku masih ngedumel karena kejadian yang tadi. Sampai hujan turun dengan lebatnya mengguyur kami berdua. Beberapa kali dia menawariku untuk mengenakan jas hujan atau berteduh. Tetapi aku tetep bandel menolak penawaran itu semua. Hujanpun semakin lebat, dia terpaksa berteduh di emperan sebuah toko tanpa menawariku terlebih dahulu. Ketika aku tanya kenapa berhenti dengan singkat dia menjawab "aku gak pengen kamu sakit" seketika aku terdiam dengan jawabannya sambil memperhatikan dia yang basah kuyup. Tiba-tiba dia mengeluarkan jaket dari dalam tasnya menyuruhku memakainya supaya aku gak kedinginan. Kulihat jam tanganku ternyata jarum panjang menuju pukul 4 sore. Aku langsung mengajaknya pulang, karena aku ingin sesuatu masalah menimpanya ketika sampai di rumah. Akhirnya dia menyetujui dan di tengah hujan lebat kami berdua tetap melanjutkan perjalanan pulang. Di perjalan kami berhenti di sebuah indomaret, ternyata dia ingat dengan janjinya mau membelikanku ice cream. Hujan masih mengguyur kami berdua sampai kami tiba di depan rumahku. Karena masih hujan ku suruh dia masuk ke dalam rumah. Dia menolak karena dia gak mau masuk rumah dalam kondisi basah. tetapi tetap kupaksakan. Dia pun masuk dan kuberikan sebuah handuk untuk mengeringkan badannya sejenak agar dia tak kedinginan juga. Ku tawari sebuah teh hangat, tetapi dia menolak, dia menyuruhku duduk di ruang tamuku dan memilih meminum ice cream yang di belinya tadi di indomaret sebelum ice cream itu meleleh. Kami hanyut dalam percakapan dan memandangi hujan yang sangat lebat. Aku ingat pesannya dalam percakapan kami, dia bilang "berdo'alah kala hujan turun, karena itu merupakan salah satu waktu yang di istijabah sama Allah" (yah, rutinitas yang masih kulakukan sampai saat ini kala hujan turun). Tiba-tiba dia pamit untuk pulang, kulihat hujan di luar mulai mereda. Ku ikhlaskan dia pulang sambil bilang salam dan ku balas salamnya dengan bilang hati-hati di jalan."
~Aku menulis ini tadi sore kala hujan turun, dan tiba-tiba aku ingat dirimu~
Bicara hujan, aku adalah salah satu orang yang amat sangat senang kala hujan turun. Bagiku hujan mempunyai cerita yang masih melekat di otakku.
"Kala itu tepat hari Selasa tanggal 11 Desember tahun 2012 tepat sehari setelah ulang tahunku yang ke-18. Hari itu seorang pemuda berjanji menemuiku di sekolah setelah pulang sekolah, karena pada dia ingin sekedar makan bersama guna tasyakuran atas bertambahnya umurku. Aku fikir awalnya dia ngomong begitu hanya bercanda. Tapi aku tau kapan waktunya dia ngomong bercanda dan kapan waktunya dia ngomong serius. Senin malam aku gak sabar ingin segera datang sang fajar,kala fajar datang berarti hari sudah berganti. Pagipun datang, seperti hari biasanya aku mulai menjalani aktivitasku yaitu pergi ke sekolah. Hari ini aku pulang lebih awal dari jam biasanya karena aku baru selese menjalani ujian semester yang berakhir hari Senin kemarin, begitu pula dengan Dia sekolahnya juga pulang lebih awal karena di sekolahnya masih menjalani ujian semester. Dia mengerjakan soal lebih cepat dari alokasi waktu yang diberikan otomatis dia keluar lebih awal, dan aku masih di sekolah tanpa mengerjakan apapun (murid pengangguran). HP.ku bergetar dan dilayar kulihat naman dia yang muncul, langsung aku buka dengan buru-buru. Ku baca pesan singkat darinya yang isinya hanya "aku mau berangkat kesana, tunggu ya? :)" tak lupa dia selalu sertakan emot titik dua dan tanda kurung buka di akhir pesannya. Tak lama kemudian bel sekolahkupun berbunyi. Akhirnya pulang juga (bilangku dalam hati). Jarak sekolahku dengannya dibilang cukup jauh, karena dia bersekolah di desaku, sedangkan aku sekolah di kota (beda kabupaten). Kalau naik motor bisa ditempuh hanya sekitar 15-20 menit kalo dia yang naik motor. Kubuat mengobrol sebentar denagn temanku dia sms udah ada di depan sekolahku. Bergegas aku menghampirinya. Karena kami sama-sama belom sholat maka ku ajak dia ke masjid dekat alun-alun. Setelah selesai sholat kami langsung mencari makan siang. Setelah menemukan tempat yang nyaman buat makan akhirnya kami makan di situ. Ketika selesai makan dia langsung menuju meja kasir untuk membayar makanan kami. Hal itu membuat aku sedikit sebel karena awalnya yang mau mentraktir makan itu aku, tapi kenapa dia yang malah mentraktir aku makan. Bagi dia memang tak masalah. Tapi aku yang ngerasa gak enak. Hihi :) Karena menjelang sore kami bergegas pulang, aku tau dia harus sampek rumah sebelum maghrib. Ditengah perjalan aku masih ngedumel karena kejadian yang tadi. Sampai hujan turun dengan lebatnya mengguyur kami berdua. Beberapa kali dia menawariku untuk mengenakan jas hujan atau berteduh. Tetapi aku tetep bandel menolak penawaran itu semua. Hujanpun semakin lebat, dia terpaksa berteduh di emperan sebuah toko tanpa menawariku terlebih dahulu. Ketika aku tanya kenapa berhenti dengan singkat dia menjawab "aku gak pengen kamu sakit" seketika aku terdiam dengan jawabannya sambil memperhatikan dia yang basah kuyup. Tiba-tiba dia mengeluarkan jaket dari dalam tasnya menyuruhku memakainya supaya aku gak kedinginan. Kulihat jam tanganku ternyata jarum panjang menuju pukul 4 sore. Aku langsung mengajaknya pulang, karena aku ingin sesuatu masalah menimpanya ketika sampai di rumah. Akhirnya dia menyetujui dan di tengah hujan lebat kami berdua tetap melanjutkan perjalanan pulang. Di perjalan kami berhenti di sebuah indomaret, ternyata dia ingat dengan janjinya mau membelikanku ice cream. Hujan masih mengguyur kami berdua sampai kami tiba di depan rumahku. Karena masih hujan ku suruh dia masuk ke dalam rumah. Dia menolak karena dia gak mau masuk rumah dalam kondisi basah. tetapi tetap kupaksakan. Dia pun masuk dan kuberikan sebuah handuk untuk mengeringkan badannya sejenak agar dia tak kedinginan juga. Ku tawari sebuah teh hangat, tetapi dia menolak, dia menyuruhku duduk di ruang tamuku dan memilih meminum ice cream yang di belinya tadi di indomaret sebelum ice cream itu meleleh. Kami hanyut dalam percakapan dan memandangi hujan yang sangat lebat. Aku ingat pesannya dalam percakapan kami, dia bilang "berdo'alah kala hujan turun, karena itu merupakan salah satu waktu yang di istijabah sama Allah" (yah, rutinitas yang masih kulakukan sampai saat ini kala hujan turun). Tiba-tiba dia pamit untuk pulang, kulihat hujan di luar mulai mereda. Ku ikhlaskan dia pulang sambil bilang salam dan ku balas salamnya dengan bilang hati-hati di jalan."
~Aku menulis ini tadi sore kala hujan turun, dan tiba-tiba aku ingat dirimu~
Langganan:
Komentar (Atom)